Surat Pengagum Senja
Aku masih ingat betul tulisanmu
pada mendiang history
chat kita yang diam-diam kurawat.
Kau pernah berkata
bahwa aku adalah jawaban dari setiap doamu.
Aku
juga sempat berpikir
bahwa ada seseorang yang menarikku menuju kota ini.
Mungkinkah itu, aku dan kamu?
Semua
hal
yang
pernah tumbuh pasti akan mati
pada
waktunya.
Termasuk
perasaanmu padaku.
Benarkan?
Itu
artinya
aku
tak pantas terlalu berharap.
Aku
harus berhenti
menyakiti
diriku sendiri.
Juga
berhenti membodohi diri.
Kamu
memang
pernah
menawarkan
madu kebahagiaan,
tapi
nyatanya
hanya
racun yang aku teguk perlahan.
Aku
kalah
sebab
aku tak mampu melupakanmu
secepatmu
melupakanku.
Terima
kasih
untuk
kesia-siaan membuang waktu.
Terima
kasih
untuk
memberi pelajaran
bahwa
tak baik terlalu berharap pada manusia.
Terima
kasih
untuk
semua hal yang mungkin alpa.
Dari
si
bodoh (aku)
yang
selalu mencoba memungut
kenangan-kenangan
indah kita.
15
mei 2016
22:13
Komentar
Posting Komentar