Nama : Vita Vironita
Kelas : B
NIM : C0213070
Dosen : Prof. Dr. Bani Sudardi, M.Hum
Tradisi Kirab Kebo bule
Malam 1 (Satu) Suro bagi sebagian masyarakat Jawa
(khususnya) masih dianggap sakral. Terlebih jika malam satu Suro tersebut jatuh
pada malam Jum’at Legi. Berbagai ritual (atau) tradisi senantiasa
mengiringi malam satu Suro. Diantaranya ada yang tapa bisu, kungkum,
ataupun sekedar tirakatan dengan cara lek-lekan
secara bersama-sama di pos ronda. Tradisi unik menyambut satu Suro juga ada di
Kota Surakarta tepatnya di Keraton Kasunanan Surakarta. Tradisi unik yang
diadakan rutin setahun sekali tersebut yakni Kirab Kebo Bule dan Pusaka
Keraton.
Kebo bule atau kerbau albino ini memang binatang
peliharaan Keraton Surakarta. Konon nenek moyang kerbau ini merupakan binatang
kesayangan Sri Susuhunan Pakubuwono II. Sehingga kebo bule ini dikeramatkan,
dan menjadi salah satu pusaka paling penting di Keraton Surakarta Hadiningrat.
Kirab atau arak-arakan Kebo bule ini sendiri biasanya dimulai pada tengah
malam. Kerbau (yang kandangnya ada di alun-alun kidul), tanpa digiring akan
berjalan sendiri menuju halaman keraton. Jika sudah begitu, berarti kirab
siap dimulai.
Kebo atau kerbau bule ini
sering disebut dengan kebo kyai Slamet lantaran secara turun
temurun, kerbau albino ini dipercaya sebagai penunggu pusaka kyai slamet (salah
satu pusaka milik keraton Surakarta yang kasat mata). Dalam kirab malam
satu Suro, kebo kyai Slamet selalu berada di barisan paling depan sekaligus
bertindak sebagai cucuk lampah kirab. Di belakangnya menyusul
barisan para Putra Sentana Dalem (kerabat keraton) yang membawa pusaka,
lampu-lampu keraton maupun obor bambu dengan mengenakan busana Jawi lengkap,
kemudian diikuti oleh masyarakat Solo dan sekitarnya yang hendak menyaksikan
acara kirab secara langsung.
Kirab biasanya dimulai dari halaman keraton menuju
alun-alun utara, Gladak, Jl. Mayor Kusmanto, Jl. Kapten Mulyadi, Jl. Veteran,
Jl. Yos Sudarso, Jl. Slamet Riyadi, Gladak, dan kembali ke keraton atau lebih
kurang sejauh 3 km. Adapun kirab tersebut dimaksudkan sebagai penolak bala.
Komentar
Posting Komentar