Setelah menonton wawancara dengan Sal Priadi, saya mendapat satu nilai sosial yang jarang sekali saya lakukan.
"Menanyai kabar dan apa aktivitas yang sedang dilakukan oleh manusia lainnya"
Tapi maaf Sal, saya juga perlu menahan diri untuk tidak random mengirim pesan pada orang lain. Salah-salah saya disangka mau berhutang haha meski hal itu muncul di kepala orang-orang dengan hidup yang teramat sulit.
"Berbuatlah baik tanpa memilih."
Baik, tapi saya termasuk wanita yang ngeyel, sering kali memunculkan hal-hal yang barangkali tidak muncul.
Bagaimana kalau orang yang dikirimi chat tersebut tidak membalas?
Atau paling ringan, bagaimana jika respon yang diberi tidak sesuai harapan?
"Kurangi berharap, lakukan dengan ikhlas."
Mengapa saya harus menyenangkan hati banyak orang sedang mereka mati-matian membenci?
Allah telah berfirman dalam surah Al-Insyirah ayat 8, "dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap."
Tapi makluknya kadang senang membual dengan kata penuh pengharapan.
"Kebaikan harus disegerakan, jangan ditunda-tunda."
Seingat saya di buku Sang Pencerah pernah ada kutipan, "lakukan apa yang ingin kamu lakukan, atau kau tidak melakukan dan akan hilang dari sejarah."
Persetan dengan sejarah, karena sedikit banyak sejarah juga bisa dibuat orang-orang yang berkepentingan
Jadi, kesimpulannya menjadi manusia dengan penuh tafsir di kepalanya memang tidak mudah.
01 Maret 2020
17.19
"Menanyai kabar dan apa aktivitas yang sedang dilakukan oleh manusia lainnya"
Tapi maaf Sal, saya juga perlu menahan diri untuk tidak random mengirim pesan pada orang lain. Salah-salah saya disangka mau berhutang haha meski hal itu muncul di kepala orang-orang dengan hidup yang teramat sulit.
"Berbuatlah baik tanpa memilih."
Baik, tapi saya termasuk wanita yang ngeyel, sering kali memunculkan hal-hal yang barangkali tidak muncul.
Bagaimana kalau orang yang dikirimi chat tersebut tidak membalas?
Atau paling ringan, bagaimana jika respon yang diberi tidak sesuai harapan?
"Kurangi berharap, lakukan dengan ikhlas."
Mengapa saya harus menyenangkan hati banyak orang sedang mereka mati-matian membenci?
Allah telah berfirman dalam surah Al-Insyirah ayat 8, "dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap."
Tapi makluknya kadang senang membual dengan kata penuh pengharapan.
"Kebaikan harus disegerakan, jangan ditunda-tunda."
Seingat saya di buku Sang Pencerah pernah ada kutipan, "lakukan apa yang ingin kamu lakukan, atau kau tidak melakukan dan akan hilang dari sejarah."
Persetan dengan sejarah, karena sedikit banyak sejarah juga bisa dibuat orang-orang yang berkepentingan
Jadi, kesimpulannya menjadi manusia dengan penuh tafsir di kepalanya memang tidak mudah.
01 Maret 2020
17.19
Komentar
Posting Komentar