Debur ombak sedang tak pasang. Buih-buih
ke tengah menghantam perut laut. Sepasang
burung bergandengan diliputi kesetiaan.
Senja muncul perlahan dan kemudian hilang.
Angin malam datang kelam menyeret kenang
yang mati-matian kulupakan. Duduk di dalam
tendaungu yang tegak terkadang bergetar.
Pelan-pelan angin menusuk jempol kaki
yang tak terbungkus.
Kita tahu: angin yang sama pernah
membelai lembut pipiku juga pipimu.
Malam ini berbeda. Bintang tak terlihat
seperti malam itu.
Dan sekarang kita mengerti meski tak sepenuhnya
percaya, bahwa merelakan adalah cara mencintai paling dewasa.
Tambun Utara, 14 Agustus 2020
21.26
Komentar
Posting Komentar