Pada perjalanan menuju Bogor, kulihat pemandangan
lewat jendela kereta. Berganti-ganti, tak ada yang sama.
Pikiranku menyeruak menuju kota-kota lain yang mungkin
memikulmu. Selamat siang, bahagiakah kamu dimana pun
berada? Nyatanya, tanyaku tak pernah bertemu dengan jawab.
Sebab semua yang kulontarkan untukmu harus berhenti
pada puisi-puisiku ini. Yang tadinya nyata, meski terkadang
dibantu dunia maya, sekarang semua fana adanya. Kulihat
kiri-kananku tertidur. Mataku seperti lampu belajar baru.
Apa mungkin aku sedang bermain peran dalam mimpimu?
Tambun Utara, 19 Agustus 2020
10.59

Komentar
Posting Komentar