Di bibir pantai angin melewatiku bagai kesetanan.
Ombak bergemuruh mendekat ke kaki telanjangku.
Kupeluk diriku sendiri dengan menghidupkan kenangan kala itu.
Tak ada suara apapun, kecuali tawamu.
Kupandangi ujung pantai yang kian samar.
Ditambah genangan pada netra yang kian mengaburkannya.
Langit hari ini indah bukan, Tuan?
Matahari menambah hangat, memerahkan kulitku.
Nyiur menari seolah menimatinya.
Tetapi harapku ternyata ikut kau bawa pergi.
Hidup biar bagaimana pun tetap harus berjalan.
Meski acapkali seperti bajingan.
Dan tak ada seorang pun teman.
Aku akan membiarkan diri ini puas dengan menyelami hujan penyesalan.
Meski sedari awal aku tahu bagimu aku terlahir kembali sebagai seorang asing.
Dan aku tak pernah menjadi tujuan.
Tambun Utara, 01 Desember 2020
19.02

Komentar
Posting Komentar