Kau rumah yang membuatku betah.
Kau jari-jemari yang menghujaniku dengan kabar tanpa henti.
Kau embusan angin yang meredam keras kepalaku.
Kau berita utama yang kutumpahkan pada ibu.
Kau ocehan anak-anak yang mewarnai saban hari.
Kau buku koreksian tugas yang kadang menumpuk membuatku cemas.
Kau bunyi sendok dan piring di jam makan siang yang mengisi perut keroncongan.
Kau dering bel pulang yang membawa kebahagiaan.
Kau tawa anak-anak yang membuatku ikut tersenyum.
Kau lantunan musik yang menghalau sepi.
Kau mimpi berulang yang menghidupkan arti.
Kau hujan deras disertai gemuruh serta kilat yang menghujam dada.
Dan kau tersirat pada lambaian tangan yang memaksa rasa ini mati.
Tambun Utara, 01 Desember 2020
19.39

Komentar
Posting Komentar