Teruntuk Tuan yang sedang gemar menyesapi sari-sari suka pada Puan yang pernah kucurigai menjadi indikasi kelululantaan Tuan dan ku
Aku mulai terbiasa dijajah diksi yang semena-mena mengalir dari ujung-ujung matamu
Aku mulai terbiasa mempertemukan ujung pena dengan lembaran kertas melahap rinduku
Aku mulai terbiasa memandang kumpulan aksara membentuk guratan wajahmu
Aku mulai terbiasa menatap kosong garis senyummu yang sudah tak ingat adaku
Dan membacai ulang puisi-puisiku, sama saja seperti membacai ulang dirimu
16 September 2018
11.32
Aku mulai terbiasa dijajah diksi yang semena-mena mengalir dari ujung-ujung matamu
Aku mulai terbiasa mempertemukan ujung pena dengan lembaran kertas melahap rinduku
Aku mulai terbiasa memandang kumpulan aksara membentuk guratan wajahmu
Aku mulai terbiasa menatap kosong garis senyummu yang sudah tak ingat adaku
Dan membacai ulang puisi-puisiku, sama saja seperti membacai ulang dirimu
16 September 2018
11.32
Jika dngan membacai setiap inci dirinya kau temui dirimu, maka memang benar adanya praduga bahwa jodoh adalah cermin atas diri kita masing-masing.
BalasHapusBtw ini, puisi rindumu pada siapa?