Kupandangi lamat-lamat wajahku di depan cermin. Tiba-tiba kutemui diriku yang lain. Rambutku koyak berantakan. Mataku sayu sedalam lautan. Kusentuh perlahan setiap detail yang kupunya. Menyibak luka-luka di dalam yang tak tahu harus kuobati dengan apa. Kusisir rambutku, kemudian kugelung agar tak jatuh. Mataku menyembunyikan rahasia yang hanya dirinya yang tahu. Kusenyumi ia yang ada di cermin. Menyemangatinya agar tetap kokoh menjalani kehidupan. Tetapi ternyata ia jauh lebih tangguh. Mengomeliku balik karena seringkali menyerah. Kubuat perjanjian dengannya. Hingga akhir, aku hanya memilikinya, dan ia hanya memilikiku. Saling tumbuh bagai gigi bungsu yang berjuang merobek gusi. Menguatkan untuk terus bertahan hingga darah penghabisan. Tambun Utara, 01 Desember 2020 20.10