Malam ini, terlepas dari berbagai kesulitan dan kesibukan, aku ingin sejenak duduk diam untuk mengabadikanmu dalam sesuatu yang bisa kamu baca di kala senggang.
Aku pernah cinta pada seseorang yang membuat rasaku membabi buta, kemudian padam dalam sekejap. Tolong jangan bangun megah harap dalam sukmaku jika tak ada niatan untuk menetap.
Jika selamanya ini berjudul sia-sia. Mengapa kau dihadirkan-Nya?
Bagaimana bisa aku mencintai seseorang yang bahkan aku tak tahu siapa dan bagaimana mawujudmu?
Di malam lain, aku selalu berandai-andai, seperti apa rasanya mewujudkan obrolan-obrolan jauh kita.
Pada kesempatan kali kesekian, aku acap kali gagal memahami bentuk maksudmu, hingga aku abai pada sia-sia dari kehadiran semu yang tercipta.
Aku begitu takut jika besok kubuka mata dan ternyata kamu memang benar-benar tak ada. Persis ketika kuberpikir bahwa sesuatu yang maya akan sirna, bukan nyata.
Kehadiranmu hanya berupa ketikan dan suara: maya. Tapi mengapa kekhawatiran dan ribuan tanyaku menimbulkan luka?
14 Mei 2020
23.24

Komentar
Posting Komentar