Pukul dua dini hari, bersama irama detak jam yang kian detik kian gaduh namun semakin terasa sepi. Pikiranku berkenalana tanpa tujuan pasti. Aku muak dengan segala tanya tanpa jawab, tentang rasa yang sulit diterka eksistensinya. Kuanalisis setiap tanya yang mencuat dan kusatukan dengan jawab yang dipaksa seiya sekata. Tapi antitesis meronta, meluluhlantakan jawaban yang kuanggap pas maknanya. Detik demi detik lewat tanpa permisi, angin dini hari merangsek masuk melalui celah-celah jendela kamar, pikiranku masih saja berwarna kelabu dengan praduga yang berujung pilu. Kupejamkan mata petanda menyerah kalah, dengan harap tanyaku mandiri menemu jawabannya sendiri.
09 Maret 2019

Segeralah mereda duhai tanya, puanmu tak sanggup menderung segala tanya tanpa jawab
BalasHapus