Antara Jogja dan kamu sama-sama istimewa
Jogja begitu candu 'tuk disambangi lagi, lagi, dan lagi
Sedikit banyak Jogja mengingatkanku padamu
Pada tawa renyah, bibir manyun, dan wangi tubuhmu
Aku begitu merindui Jogja sama seperti aku merinduimu
Sepanjang jalan Solo-Jogja menjadi jalur yang banyak menulis cerita
Senyummu masih saja muncul kalau sedang kurenungi kita
Semua telah fana meski aku masih ada
Kamu yang memilihnya dan bahagia
Angin pantai yang menampar-nampar pipiku itu gemar membisikan namamu
Mengembalikan tingkah polah caramu membekukan waktu untuk kusimpan
Tawa gemas melihat debur ombak yang cukup keras menutup basah betismu
Rasanya baru kemarin kamu santap kelapa muda di atas karang
Perpisahan kian koyak dimakan waktu
Pada bulir-bulir hujan bulan Juni, kenangan begitu galak menyeruak
Isak sendu mewarnai malam-malam jika potret sisa-sisa obrolan gentayangan
Jogja pernah menjadi bagian dari rumah sederhana penuh tawa kita
Kini kamu telah sepenuhnya lupa, tak apa
Toh Jogja tak akan kemana-mana, meski kamu tak ada.
Tambun Utara
14 Juni 2020
10.30

Maasya Allah keren bgt tulisan2mu. Lanjutkan vit. Aq suka baca2 puisiš¤©
BalasHapus