Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Tugas Manusia

Pandemi kian hari kian menjadi Mengurung diri untuk kebaikan negeri Bumi diliputi sepi dan ngeri Kejahatan membabi-buta karena di rumah tak ada sesuap nasi Tak ada seorang pun peduli Hari ini Ibu di Serang mati Sudah beberapa hari hanya air yang mengisi Anak masih balita juga butuh asi Suami tak bisa bekerja sebagai pemulung plastik lagi Bumi bisa sedikit bernapas memperbaiki diri Dari ulah tangan jahil yang beranggapan tidak akan mati Menyakiti dan mengeksploitasi guna menyokong kebahagiaan semu setiap hari Awan dilingkupi pencemaran udara yang menghilangkan rona biru langit asri Kemacetan membuahkan polusi suara yang tak pernah tahu caranya berhenti Juga air yang tercemar sampah hasil maha karya manusia tak berperi Sejatinya Tuhan ingin mengingatkan tanda-tanda kuasa-Nya Bahwa semua yang hidup akan mati pada akhirnya Tugas manusia adalah menjadi manusia Menjaga dan membersamai kehidupan yang sejogyanya Bukankah manusia adalah utusan yang diciptakan sempurna? Pe...

s'il te plait

Pukul satu, semua anggota keluarga sudah terlelap, tinggal aku yang masih terjaga. Dibersamai lirik-lirik sedih, kutatap layar gawaiku. Acuh dengan kantuk yang menarik-narik mataku. Jari-jemari masih mengetik kata-kata. Memberi makan rasa penasaran yang justru bersemangat kala dini hari. Melihat-lihat cerita-cerita ataupun unggahan foto teman-teman, pacarnya teman, mantan, pacarnya mantan, juga banyak orang lainnya. Melihat fruktuatif siklus hidup mereka. Tetiba merasa khawatir melihat diri yang masih gini-gini saja. Khawatir dengan kegagalan-kegagalan kali kesekian yang sudah jenuh kulewati. Apa aku tidak pantas mendapatkan sesuatu yang juga dimiliki orang lain, mungkin dalam bentuk yang lain? Kutampilkan layar hitam pada layar gawaiku. Pertanda tak akan kupenuhi sinar di wajahku lagi. Memikirkan tentang perjalanan panjang yang telah kulewati. Tak jarang dianggap tidak menyenangkan. Meninggalkan kenangan atau pelajaran. Kemudian tersadar, bahwa hidup bukan perk...