Aku merindukanmu bahkan di perjalanan menuju kota berplat H
Kota yang kita gadang sebagai kota mewujudkan mimpi
Pada setiap perpindahan menuju kota itu
Aku berharap kamu ada di sebelahku
Sekedar melihat senyummu atau memandangi pemandangan dengan sesekali diselingi canda
Atau setidaknya aku ingin mengucapkan salam perpisahan secara baik-baik
Aku ingin membawamu pada pengalamanku menuju kota yang baru kali ini kudatangi
Kita akan menyelami setiap jengkal kenang yang masih terekam dalam memoriku
Lalu kugenggam tanganmu untuk kembali menemuiku yang pernah ada dalam hidupmu
Aku memintamu untuk bersiap, gunakan sabuk pengaman atau minumlah obat pereda mual
Karena ini akan sedikit memualkan perutmu
Kuajak berputar pada lubang-lubang besar tempat aku meletakkan orang yang pernah berarti dalam hidupku
Ya, kamu salah satunya
Sebab kamu adalah guru yang mengajarkanku cinta sekaligus kecewa
Aku masih mengingat dengan baik
Hanya perlu waktu tiga hari untuk membuatmu mengatakan mencintaiku
Tapi aku lupa butuh banyak waktu untuk membuatmu tetap tinggal
Aku masih ingat awal pertemuan kita
Tepat dua bulan saat terpisah jarak
Di bawah Gapura Candi Prambanan
Aku melihatmu nyata dan rasanya itu baru kualami kemarin
Aku masih ingat obrolan panjang via telepon yang menjadi rutinitas sebelum tidur
Saat kamu lebih awal sampai rumah
Atau tak ada lemburan sehingga mengharuskan pulang terlambat
Atau akhir pekan saat kembali ke rumah
Berjam-jam hingga datang fajar
Bahkan sampai terlelap pada masing-masing ranjang
Aku masih ingat pertemuan kedua kita
Saat aku merayakan hari kelulusanku
Kali ini kamu bertemu dengan dua malaikat dalam hidupku
Sekaligus bertemu dengan teman-teman terbaikku
Dan kamu bagian dari mereka
Aku masih ingat tawa lepasmu saat menonton film Jumanji
Dengan setelan celana di atas lutut dan kaos berwarna navy
Saat itu diperjalanan menuju bioskop kuomelimu karena lupa membawa kaca mata
Kamu bilang karena tadi terburu-buru menjemputku
Sebab kamu tahu aku benci menunggu
Aku masih ingat betapa mudahnya mulutku ini berkata pisah
Dan kamu datang untuk meredakan amarahku
Mengembalikan emosi sesaat pada tempatnya semula
Kamu bilang aku menyeramkan kalau merajuk
Aku pun menyesali sikap kekanak-kanakanku itu
Aku masih ingat saat menemanimu servis motor adik perempuanmu
Kamu bilang aku tak boleh pergi dengan lelaki manapun
Kamu mau belajar menguasai topik-topik obrolan yang kusukai
Karena cemburu bila kuberbagi pemikiran dengan lelaki lain
Kutanggapi dengan senyum dan anggukan mengerti
Aku masih ingat wajah sedihmu membandingkan diri dengan tokoh Sarwono
Katamu kamu tak sepuitis Sarwono dan sedih tidak bisa menyamainya
Aku tertawa, kupikir kamu lupa kunci motormu
Ternyata pikiranmu dipenuhi hal yang bisa kuambil alih
Kata-kata perhatian dan ucapan selamat tidurmu sudah lebih dari puisi bagiku
Aku mau menjadi Sarwono yang menuliskan puisi untuk Pinkan-ku, yaitu kamu
Aku juga masih ingat kamu menyerah
Akhirnya pada kata pisah kali ke-empat
Kamu iyakan permintaanku
Berakhirlah kita di sana
Tanpa tatap seperti perkenalan kita
Aku harus berkemas
Membungkus dan membawa hal-hal baik ikut serta
Meninggalkan hal-hal yang tak seharusnya bangkit
Aku harus mencari tahu bagaimana rasanya tanpa kamu
Dua tahun kuanggap cukup untuk terlahir kembali
Ini bukan tentang dirimu atau apa yang telah kamu lakukan
Ini tentang aku, aku yang ingin hidup sebagai aku yang baru
Aku berharap kamu memilih untuk memaafkan
Sebab aku hanya ingin kamu bahagia
Merancang masa depan dengannya
Di akhir puisi ini
Seseorang yang paling bisa kuandalkan sekaligus menguatkan di waktu yang bersamaan
Ada pada kata pertama setiap bait puisi
Terima kasih, Aku.
13/12/19
20.49
Kota yang kita gadang sebagai kota mewujudkan mimpi
Pada setiap perpindahan menuju kota itu
Aku berharap kamu ada di sebelahku
Sekedar melihat senyummu atau memandangi pemandangan dengan sesekali diselingi canda
Atau setidaknya aku ingin mengucapkan salam perpisahan secara baik-baik
Aku ingin membawamu pada pengalamanku menuju kota yang baru kali ini kudatangi
Kita akan menyelami setiap jengkal kenang yang masih terekam dalam memoriku
Lalu kugenggam tanganmu untuk kembali menemuiku yang pernah ada dalam hidupmu
Aku memintamu untuk bersiap, gunakan sabuk pengaman atau minumlah obat pereda mual
Karena ini akan sedikit memualkan perutmu
Kuajak berputar pada lubang-lubang besar tempat aku meletakkan orang yang pernah berarti dalam hidupku
Ya, kamu salah satunya
Sebab kamu adalah guru yang mengajarkanku cinta sekaligus kecewa
Aku masih mengingat dengan baik
Hanya perlu waktu tiga hari untuk membuatmu mengatakan mencintaiku
Tapi aku lupa butuh banyak waktu untuk membuatmu tetap tinggal
Aku masih ingat awal pertemuan kita
Tepat dua bulan saat terpisah jarak
Di bawah Gapura Candi Prambanan
Aku melihatmu nyata dan rasanya itu baru kualami kemarin
Aku masih ingat obrolan panjang via telepon yang menjadi rutinitas sebelum tidur
Saat kamu lebih awal sampai rumah
Atau tak ada lemburan sehingga mengharuskan pulang terlambat
Atau akhir pekan saat kembali ke rumah
Berjam-jam hingga datang fajar
Bahkan sampai terlelap pada masing-masing ranjang
Aku masih ingat pertemuan kedua kita
Saat aku merayakan hari kelulusanku
Kali ini kamu bertemu dengan dua malaikat dalam hidupku
Sekaligus bertemu dengan teman-teman terbaikku
Dan kamu bagian dari mereka
Aku masih ingat tawa lepasmu saat menonton film Jumanji
Dengan setelan celana di atas lutut dan kaos berwarna navy
Saat itu diperjalanan menuju bioskop kuomelimu karena lupa membawa kaca mata
Kamu bilang karena tadi terburu-buru menjemputku
Sebab kamu tahu aku benci menunggu
Aku masih ingat betapa mudahnya mulutku ini berkata pisah
Dan kamu datang untuk meredakan amarahku
Mengembalikan emosi sesaat pada tempatnya semula
Kamu bilang aku menyeramkan kalau merajuk
Aku pun menyesali sikap kekanak-kanakanku itu
Aku masih ingat saat menemanimu servis motor adik perempuanmu
Kamu bilang aku tak boleh pergi dengan lelaki manapun
Kamu mau belajar menguasai topik-topik obrolan yang kusukai
Karena cemburu bila kuberbagi pemikiran dengan lelaki lain
Kutanggapi dengan senyum dan anggukan mengerti
Aku masih ingat wajah sedihmu membandingkan diri dengan tokoh Sarwono
Katamu kamu tak sepuitis Sarwono dan sedih tidak bisa menyamainya
Aku tertawa, kupikir kamu lupa kunci motormu
Ternyata pikiranmu dipenuhi hal yang bisa kuambil alih
Kata-kata perhatian dan ucapan selamat tidurmu sudah lebih dari puisi bagiku
Aku mau menjadi Sarwono yang menuliskan puisi untuk Pinkan-ku, yaitu kamu
Aku juga masih ingat kamu menyerah
Akhirnya pada kata pisah kali ke-empat
Kamu iyakan permintaanku
Berakhirlah kita di sana
Tanpa tatap seperti perkenalan kita
Aku harus berkemas
Membungkus dan membawa hal-hal baik ikut serta
Meninggalkan hal-hal yang tak seharusnya bangkit
Aku harus mencari tahu bagaimana rasanya tanpa kamu
Dua tahun kuanggap cukup untuk terlahir kembali
Ini bukan tentang dirimu atau apa yang telah kamu lakukan
Ini tentang aku, aku yang ingin hidup sebagai aku yang baru
Aku berharap kamu memilih untuk memaafkan
Sebab aku hanya ingin kamu bahagia
Merancang masa depan dengannya
Di akhir puisi ini
Seseorang yang paling bisa kuandalkan sekaligus menguatkan di waktu yang bersamaan
Ada pada kata pertama setiap bait puisi
Terima kasih, Aku.
13/12/19
20.49
Komentar
Posting Komentar