: Neng Risma Herliana
Pagi tadi aku terbangun dengan ingatan-ingatan masa kecil
Ada rasa yang masih hangat seperti baru saja selesai
Sempat kuberpikir, "masihkah berada di mimpi?"
Tapi kau sudah tak ada di mana-mana
Kuberlari ke teras rumah
Kau tak ada di sana
Rupanya rumah telah berubah
Adanya...
Neng, sahabat kecilku
Aku benci sepi
Aku benci sendiri
Barangkali jika saja jarak tak pernah ada
Dan perpindahan itu fana
Andai dulu telepon genggam sudah menjadi kacang rebus
Kurasa kita kan selalu ada
Meski tak bisa bersama-sama selamanya.
Kata orang, dengan berdoa pada Sang Pencipta
Segala doa akan diaamiini alam semesta
Setelah kuberdoa, kau masih saja tak ada
Aku pikir orang sedang mengada-ada.
Sebelum hari ini berakhir
Aku ingin berpesan padamu
Bersamaiku selalu
Membenci gemuruh rindu sendiri
Tambun Utara
11 Oktober 2019
17.57
Pagi tadi aku terbangun dengan ingatan-ingatan masa kecil
Ada rasa yang masih hangat seperti baru saja selesai
Sempat kuberpikir, "masihkah berada di mimpi?"
Tapi kau sudah tak ada di mana-mana
Kuberlari ke teras rumah
Kau tak ada di sana
Rupanya rumah telah berubah
Adanya...
Neng, sahabat kecilku
Aku benci sepi
Aku benci sendiri
Barangkali jika saja jarak tak pernah ada
Dan perpindahan itu fana
Andai dulu telepon genggam sudah menjadi kacang rebus
Kurasa kita kan selalu ada
Meski tak bisa bersama-sama selamanya.
Kata orang, dengan berdoa pada Sang Pencipta
Segala doa akan diaamiini alam semesta
Setelah kuberdoa, kau masih saja tak ada
Aku pikir orang sedang mengada-ada.
Sebelum hari ini berakhir
Aku ingin berpesan padamu
Bersamaiku selalu
Membenci gemuruh rindu sendiri
Tambun Utara
11 Oktober 2019
17.57
Komentar
Posting Komentar