Seiring waktu, kamu pasti mengerti
Mengapa aku lebih memilih berdua saja dengan ucapanmu
Karena ucapanmu pernah menjadi bagianku
Kelak waktu 'kan menyadarkanmu
Kita hanya dua orang asing yang dipertemukan waktu
Dan akhirnya kita kembali asing karena dipisahkan waktu
Setiap abai yang kamu tinggalkan
Masih ada perhatian yang dirancang sebagai kalimat penenang
Denganmu aku tak khawatir esok seperti apa
Asal adamu menguatkan hidupku
Tapi akhir-akhir ini, sepilah kawanku
Dan rindu harus kuberi makan sendiri
Sejatinya sendiri bukanlah yang kumaui
Aku hanya ingin berhenti
Berhenti membohongi
Berhenti membalut luka dengan bahagia yang terkesan dibuat-buat
Kuharap akan ada seseorang yang dapat menyabarimu lebih dari aku
Mari, kita tinggalkan kebahagiaan semu ini
Kita selesaikan kegiatan membohongi
Kita usai.
Dan kita mau tak mau harus siap mengaku kalah pada waktu
Sehari sebelum puasa tiba
16 Mei 2018
08.09
Mengapa aku lebih memilih berdua saja dengan ucapanmu
Karena ucapanmu pernah menjadi bagianku
Kelak waktu 'kan menyadarkanmu
Kita hanya dua orang asing yang dipertemukan waktu
Dan akhirnya kita kembali asing karena dipisahkan waktu
Setiap abai yang kamu tinggalkan
Masih ada perhatian yang dirancang sebagai kalimat penenang
Denganmu aku tak khawatir esok seperti apa
Asal adamu menguatkan hidupku
Tapi akhir-akhir ini, sepilah kawanku
Dan rindu harus kuberi makan sendiri
Sejatinya sendiri bukanlah yang kumaui
Aku hanya ingin berhenti
Berhenti membohongi
Berhenti membalut luka dengan bahagia yang terkesan dibuat-buat
Kuharap akan ada seseorang yang dapat menyabarimu lebih dari aku
Mari, kita tinggalkan kebahagiaan semu ini
Kita selesaikan kegiatan membohongi
Kita usai.
Dan kita mau tak mau harus siap mengaku kalah pada waktu
Sehari sebelum puasa tiba
16 Mei 2018
08.09
siapa yang kau coba bohongi? egomukah? atau apa?
BalasHapus"Dan rindu harus kuberi makan sendiri" mu membuatku semakin bertanya-tanya, benarkah begitu? dengan asupan apa kau mampu memberinya makan? doa? atau dengan pelarian, yang kau tujukan pada puisi-puisimu? atau apa.
rindu terlalu dahsyat untuk kau tampung sendiri, benarkah begitu jika kau mampu menahanya sendiri?
sebenarnya aku menulis komentar ini dalam keadaan bingung. Aku ingin membuat sebuah kejutan kecil ulang tahun seseorang, sesederhana mungkin namun tetap berkesan? Adakah ide?
selancang itu aku padamu, bertanya tanpa henti, bahkan terkesan sedang menghakimimu, maaf. Percayalah aku sedang tidak begitu. Jawab pada dirimu sendiri saja. Suatu saat akan kutanyakan langsung dilain kesempatan.