Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Mati

Kukunjungi makam seperti menyambangi tempat ternyaman. Tak peduli itu Rabu atau Sabtu, bahkan bisa jadi itu Minggu. Tak kukenal kata libur dalam kamusku. Kuberhenti pada gundukan tanah dengan batu nisan bernamakan kita. Kurawat dan kusebar bunga di atas pusaranya. Dengan harapan, seseorang di dalamnya tenang dan tak kemana-mana. Perpisahan ini, Tuan. Tentang merelakan, bahwa kita pernah salah mengobati. Kita sepakat. Selesai mengemban pilu karena tak akan pernah bersatu. Tambun Utara 12 Oktober 2019 20.18

Teman Kecil

: Neng Risma Herliana Pagi tadi aku terbangun dengan ingatan-ingatan masa kecil Ada rasa yang masih hangat seperti baru saja selesai Sempat kuberpikir, "masihkah berada di mimpi?" Tapi kau sudah tak ada di mana-mana Kuberlari ke teras rumah Kau tak ada di sana Rupanya rumah telah berubah Adanya... Neng, sahabat kecilku Aku benci sepi Aku benci sendiri Barangkali jika saja jarak tak pernah ada Dan perpindahan itu fana Andai dulu telepon genggam sudah menjadi kacang rebus Kurasa kita kan selalu ada Meski tak bisa bersama-sama selamanya. Kata orang, dengan berdoa pada Sang Pencipta Segala doa akan diaamiini alam semesta Setelah kuberdoa, kau masih saja tak ada Aku pikir orang sedang mengada-ada. Sebelum hari ini berakhir Aku ingin berpesan padamu Bersamaiku selalu Membenci gemuruh rindu sendiri Tambun Utara 11 Oktober 2019 17.57