Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Siluet Kekasih

Saat rasa itu merekah sedang merah-merahnya Bersamaan dengan itu Ingin kubuat siluet kekasih Berwujud wajahmu Wajah yang barangkali nanti akan kutatap kala pagi menyapa atau malam pengantar menuju lelap Berkabar menjadi kebiasaan yang tetap dilakukan pada hari-hari yang acapkali berlalu seenaknya Percakapan tentang berita yang sedang hangat di layar kebanyakan orang atau media Berdiskusi layaknya kawan lama yang sudah terbiasa dengan jumpa Namun kebenaran dan dusta telah bercampur Aku tak mengerti bagaimana caranya 'tuk mengurai Tanyaku tak kunjung bertemu jawab Menguap tanpa paham yang dibiarkan lapar Pada akhirnya siklus itu masih sama Obrolan yang memiliki banyak kesamaan, sejalannya persepsi, nyaman, dan asing kembali Mari terbiasa dengan kata tanpa seperti awal mula Menjadi asing sebagaimana akhir tanpa bahagia Saling merelakan masing-masing kita menjemput suka Dengan pengganti yang dapat mengalihkan kenang kembali ke persemayaman. 28 September 2019 21....

Dingin

Hari ini genap malam ke 132 kau menjelma dingin yang merasuk ke selah-selah tulang rusukku Membekukan segala rasa dan mengaburkan pandangan mataku Apa semua manusia bisa berubah sewaktu-waktu? Saat ia mau, maka berubahlah ia menjadi dingin menusuk yang perlahan menghancurkan segala kenang yang manisnya mengeroposi gigi Singgasana yang tadinya purna di bawah ibumu telah diisi puan lain yang telah kau nilai sebaik-baiknya puan Puan yang tak pernah mengisi malam harinya dengan tangis, melainkan senyum yang mati-matian kau hadirkan melalui kabel telepon yang transparan Obrolan seputar hari ini dibahas tuntas, dibumbui tawa yang menggema di langit-langit kamarku Gigi rapimu terlihat gemerlapan disinari lampu malam yang temaram Rayumu melengkapi tawa puan yang tak sedikit pun paham tentang cerita lain yang harus karam demi cerita baru penuh bunga memabukkan Bahagiamu, tuan. Bahagia semesta alam dengan sejuta persoalan. 1sep19 21.31