: untuk seluruh perempuan korban kejahatan KDRT Mata indah yang kudamba, ternyata menyimpan cerita yang pada malam-malam banjir dan tak seorang pun tahu Tangan gemulai kurus itu maha karya Tuhan yang belingsatan mengusap jejak sungai bandang di dua bukit kemerah-merahan Pikiran yang terbaca cerah di mata orang-orang kebanyakan ternyata sesak dengan cerita yang menyakitkan Malam kian panjang, seakan detak jam berhenti bergerak Merasa mati pada hidup yang sejatinya dikemas kesementaraan Aliran sungai kecil begitu deras hingga tak tahu bagaimana caranya berhenti Bagaimana cara membendung agar tak tumpah Dan terus berulang bak iklan yang tak bosan menggiring wabah Lebam di kulit bertemu dengan benturan lain pada tempat yang sama di waktu yang berbeda Luka yang melahirkan darah segar mengalir membentuk corak mega mendung yang pekat dengan asin Rambut panjang ditarik paksa dan menanggalkan rumahnya Benturan demi benturan lama-kelamaan menjadi suatu siksa yang diterima dengan...