Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2019

Selamat!

Kemarin hari pengukuhan gelar di belakang namamu. Senyumku adalah bentuk bangga dari jauh karena bahagiamu makin lengkap. Gelar bukan sekedar tambahan nama tanpa arti, melainkan tanggung-jawab ilmu yang berada membayangi. Lepas dari bangku kuliah, dunia mempertemukanmu pada rimba buas yang sewaktu-waktu membuatmu lelah. Tapi di lain sisi, serupa taman penuh bunga tempatmu menari dan membuatmu tak kuasa mengalunkan kidung penuh euforia. Perjalanan bertualangmu menuju hidup tiada habisnya baru dimulai. Berbagai rasa dalam satu hentakan waktu kan kau sesapi sari-sarinya. Pesanku, berbagilah supaya kau benar-benar merasa lega. Dan, kekasih. Semua perjalanan akan sampai pada jalan menyimpang, lewati kemudian rayakan. Guratan itu masih menjadi definisi favoritku yang kian ranum dengan pelengkap dalam pigura: teman wisuda. 30 Juni 2019 23.11

Proses Awal Melupakan

Andai kau benar-benar tahu Mataku masih terjaga dari kantuk yang seharusnya sudah bergelayut menutup hanya sekedar menunggu pesan ucapan selamat malam darimu juga tambahan panggilan yang kau cipta untukku Andai kau benar-benar tahu Pada malam-malam panjang kueja tiap kata yang mengulas kembali cerita yang telah lalu kata yang perlahan tak ada artinya bagimu: angin lalu Andai kau benar-benar tahu Hingga menit ke 216.000 masih kubayangkan mawujud isi pikiran dan juga hatimu namun kesia-siaan justru membenturkan kepalaku dan aku menjumpai ke 3.600 pilu Andai kau benar-benar tahu Aku perempuan yang pernah kau ajak berdiri tegap kembali ini telah jatuh pada gambaran semu yang kau refleksikan tanpa kau sadari sejak awal mula jumpa Andai kau benar-benar tahu Pada hembusan napasmu itu kuselipkan doa abid yang mengandung kata, "selamat malam, kamuku." 25 Juni 2019 23.12

YaAllah Tolong Jangan Jauh-jauh

YaAllah tolong jangan jauh-jauh Jangan tinggalkan aku Aku membutuhkan-Mu lebih dari siapapun YaAllah tolong jangan jauh-jauh Genggam tanganku Bantu aku berdiri Tuk membuat siapapun percaya bahwa aku kuat YaAllah tolong jangan jauh-jauh Aku butuh rumah Aku ingin pulang Benar-benar pulang Bukan pada kekosongan yang perlahan menggerogoti jiwa Bukan pada kesemuan manusia YaAllah tolong jangan jauh-jauh Aku butuh dekap hangat-Mu Aku ingin pulang Pada-Mu yang memberiku segala Pada-Mu yang mengizinkanku merasakan sejuta rasa Aku ingin Kau dekat Memelukku erat Dengan cara paling dahsyat Aku ingin pulang Pada-Mu dengan penuh kelegaan 16 Juni 2019 23:16

Surat Tiga Babak untuk U

1 Aku duduk pada salah satu pasang kursi di beranda rumah. Membayangkan kau duduk menempati kursi kosong yang lain. Bercerita tentang kerjaan yang acap kali mengerjai. Mengenang hal-hal manis yang barangkali menjadi bagian kita untuk selamanya. Serta merajut benang-benang yang kita sulap menjadi indah di kemudian hari. 2 Katamu kata yang mempertemukan kita akan berkembang menjadi kalimat dan akhirnya menjelma cerita. Kutulis namamu pada cerita yang riuh bergemuruh layaknya kota. Dan kau visualisasikan aku seperti semilir angin di cuaca terik yang menyibak rambutmu. Kita membahas banyak topik pembicaraan; tentang keluarga yang secara perlahan kita selami, isi buku yang membuatku hidup di dalamnya, tempat yang kau sukai dan ingin disambangi lagi, biografi tokoh yang banyak menginspirasi, amanat film yang mampu memunculkan debat, warung makan mana yang menyuguhkan cita rasa surgawi, dan masih banyak lagi. ...

Pengganti

Hai... Maaf mengganggu waktu istirahatmu Aku hanya ingin berkata, "maaf" Dan keputusanmu pergi adalah pilihan terbaik Kamu akan bertemu perempuan baik Dia akan membuatmu bahagia, meski hatiku bersitahan, "hanya aku yang mampu begitu." Suatu hari kamu akan bertemu Dan dia akan meliputimu dengan kasih layaknya seorang ibu Dia akan memegang tanganmu erat, seakan tak ingin ditinggal Memintamu meneleponnya hanya untuk memberi makan rindu Lisannya tak akan bosan menyanjungmu bahwa kamu adalah lelaki terbaik setelah ayahnya Dia mengingat setiap kata baik yang kamu ucapkan dan sesekali menceramahi dengan alasan sayang Membuatmu tenang dengan peluk hangat saat kacaumu sesekali menerjang Dia akan mencintaimu, mencintaimu lebih dari segala upayaku Balaslah pegangan eratnya yang menyayangimu Sayangilah dia sebagaimana dia memperlakukanmu Kamu akan terbiasa dan perlahan mengikhlaskanku Aku takkan mengacaukan dongeng kalian Sebab kita sudah sampai pada titik ...