Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2018

Kalah pada Waktu

Seiring waktu, kamu pasti mengerti Mengapa aku lebih memilih berdua saja dengan ucapanmu Karena ucapanmu pernah menjadi bagianku Kelak waktu 'kan menyadarkanmu Kita hanya dua orang asing yang dipertemukan waktu Dan akhirnya kita kembali asing karena dipisahkan waktu Setiap abai yang kamu tinggalkan Masih ada perhatian yang dirancang sebagai kalimat penenang Denganmu aku tak khawatir esok seperti apa Asal adamu menguatkan hidupku Tapi akhir-akhir ini, sepilah kawanku Dan rindu harus kuberi makan sendiri Sejatinya sendiri bukanlah yang kumaui Aku hanya ingin berhenti Berhenti membohongi Berhenti membalut luka dengan bahagia yang terkesan dibuat-buat Kuharap akan ada seseorang yang dapat menyabarimu lebih dari aku Mari, kita tinggalkan kebahagiaan semu ini Kita selesaikan kegiatan membohongi Kita usai. Dan kita mau tak mau harus siap mengaku kalah pada waktu Sehari sebelum puasa tiba 16 Mei 2018 08.09

Untuk Rumah Keduaku

Pernah kurasakan luka karena ditinggal induk semang Diberikannya rasa kehilangan yang teramat mendalam Kuharap kau mampu menyembuhkannya dan tak pergi semaunya Tapi tak kuharapkanmu lebih, jika kau ingin pergi, maka pergilah dan jangan pernah kembali 27 hari perkenalan dan aku telah menyayangimu Sebenarnya sudah jauh dari angka 27 kucuri start Tapi ternyata hatiku perlu diyakinkan lebih dari apapun Dan kau berhasil meyakinkanku Aku sedang belajar menyukai apa-apa yang ada padamu Aku sedang belajar membacai apa-apa ciri khasmu Aku sedang belajar mencintai apa-apa yang kau cinta Aku ingin belajar tentangmu selamanya Terima kasih telah terlahir di dunia Terima kasih telah berkenan mengisi ruang sepi hidupku Terima kasih telah berjuang menyempurnakan agamaku Terima kasih karena kau ada Teruslah tertawa dan membuatku tertawa Teruslah menjaga dan menjagaku selamanya Teruslah tersenyum dan jangan kau beri hatimu untuk yang lainnya Teruslah belajar menjadi hamba yang ber...