Jika komunikasi yang terjalin memakan waktu nyaris dua tahun ini harus berhenti. Kuharap kau bisa melewatinya dengan hati-hati. Meski dengan penuh peluh juga tumpukan kecewa yang mati-matian ingin dikalahkan. Barangkali, kau adalah singgah yang tak sungguh, serta fana paling menyenangkan untuk meredam sepi. Dan menyentuh garis akhir puisi ini, semesta berhasil membolak-balikkan hati. Bukan soal menunggu, tetapi ini soal melepas dengan ikhlas. Tambun Utara, 05 November 2020 21.52