Adakah yang lebih berantakan dari hati yang secara tetiba kau tinggalkan? Kutata ruang demi ruang yang pada dindingnya terdapat jejak kisah paling bahagia waktu itu. Kupilah mana yang tetap bertahan di sana dan mana yang harus kucopot biar rasaku tak tumbuh dengan semena-mena. Tapi yang tertinggal hanya kenangan manis di sana. Tapi entah mengapa hatiku terkoyak luar biasa. Pada akhirnya, kita sama-sama gagal dalam itikad baik atau barangkali baik menurut kepala masing-masing kita. Mau tak mau, aku kau ajari caranya mengabaikan seseorang yang takaran cintanya di atas rata-rata. Mau tak mau, aku kau cekoki harapan yang nyatanya tak pernah berpihak. Mau tak mau, dipaksa kembali pada fase asing seperti awal adanya. Mau tak mau, kekosongan kian mencabik-cabik dunia yang mati-matian kupoles penuh warna. Adakah yang lebih babak-belur dari kehilangan yang sudah dipersiapkan? Aku tak mampu mendefinisikan kita yang pernah ada, hanya fana yang memenuhinya. Kusadari bahwa kau bukan...